India education Source hoppetravel.be

Sejarah Sistem Pendidikan di India

Sejarah sistem pendidikan di India sangat kaya dan memiliki tradisi yang panjang. Sistem pendidikan di India telah berkembang selama berabad-abad, dimulai dari zaman kuno ketika guru dan siswa tinggal bersama dalam asrama dan guru-guru mengajarkan siswa-siswa mereka melalui metode lisan. Metode pendidikan ini terus berlangsung hingga saat ini meskipun telah mengalami berbagai evolusi seiring berjalannya waktu.

Salah satu tempat pendidikan tertua di India adalah Nalanda yang didirikan pada abad ke-5 Masehi. Nalanda adalah perguruan tinggi Buddha yang menjadi pusat pengajaran dan riset dengan kurang lebih sepuluh ribu siswa dari seluruh Asia yang belajar di sana. Pendekatan pendidikan Nalanda dikenal karena kombinasi antara tradisi agama dan keilmuan dan terus diterapkan di banyak sekolah agama di seluruh dunia.

Pada abad ke-8 Masehi, sistem pendidikan formal yang terstruktur mulai diperkenalkan di India oleh Raja Guruku Kautalya. Sistem pendidikan ini terdiri dari empat tahap, yaitu guru-kula, upanayana, brahmacharya, dan samskara. Pendidikan guru-kula diterapkan pada usia dini di mana para siswa tinggal bersama guru mereka dalam sebuah asrama dan belajar berbagai mata pelajaran dengan menggunakan metode lisan. Siswa lalu melanjutkan ke upanayana, yaitu tahap dimana murid-murid dilatih untuk menjadi asketik yang selaras dengan tradisi agama India. Selanjutnya, mereka akan memulai tahap brahmacharya, di mana siswa belajar tentang filsafat dan budaya India kemudian samskara, yaitu tata cara pernikahan.

Seiring dengan perkembangan zaman, sistem pendidikan di India terus berubah dan berevolusi. Setelah belanda menjajah India, sistem pendidikan model Barat pertama kali diperkenalkan di Kolkata pada tahun 1817 oleh organisasi pendidikan Britania. Pada tahun 1854, Universitas Calcutta didirikan sebagai universitas pertama di India dan universitas universitas lainnya seperti Universitas Bombay (sekarang dikenal sebagai Universitas Mumbai), Fakultas Medis Ahmedabad dan Universitas Madras juga didirikan. Kemudian, pada tahun 1947, setelah India merdeka dari penjajahan Inggris, sistem pendidikan di India diubah dengan pendirian Komisi Pendidikan Nasional oleh Pemerintah India untuk mengembangkan dan memperbarui sistem pendidikan nasional.

Pada tahun 1960-an, Pemerintah India memperkenalkan National Policy on Education dengan tujuan untuk mengembangkan sistem pendidikan yang komprehensif dan lebih terorganisir. Kebijakan ini menekankan pada pengenalan pendidikan dasar gratis bagi semua anak-anak di India, dengan fokus pada pendidikan yang berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat yang membutuhkan. Sejak saat itu, India telah membuat banyak kemajuan dalam bidang pendidikan, dengan angka melek huruf yang meningkat dari 52,2% di tahun 1991 menjadi hampir 75% pada tahun 2011.

Hari ini, sistem pendidikan di India terdiri dari berbagai jenis sekolah, universitas, perguruan tinggi, dan pusat pendidikan. Pendidikan di India memiliki basis pendidikan umum seperti pendidikan sekolah tingkat dasar, menengah, dan tinggi, dan juga pendidikan khusus seperti pendidikan kejuruan dan perguruan tinggi teknologi dan manajemen. Selain itu, banyak tempat pendidikan di India yang berbasis teknologi dan pelatihan online, seperti Massive Open Online Courses (MOOC), yang memungkinkan siswa untuk belajar dari mana saja dan kapan saja.

Secara keseluruhan, sistem pendidikan di India telah mengalami banyak perubahan dan perkembangan seiring berjalannya waktu. Meskipun ada banyak tantangan dan keterbatasan dalam pendidikan di India, namun kemajuan besar telah dicapai. Dengan tujuan untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan kesetaraan aksesibilitas pendidikan, sistem pendidikan di India terus berubah dan beradaptasi dengan faktor-faktor perubahan untuk memperkuat masa depan bangsa.

Struktur Sistem Pendidikan di India

India memiliki sistem pendidikan yang kompleks yang terdiri dari pendidikan dasar, menengah dan tinggi. Pendidikan dasar di India dimulai pada usia enam tahun hingga usia 14 tahun dan biasanya berlangsung selama delapan tahun. Pendidikan menengah dimulai pada usia 14 tahun dan berakhir pada usia 18 tahun, dengan program yang berbeda untuk siswa laki-laki dan perempuan.

Program pendidikan dasar di India biasanya diatur oleh Departemen Pendidikan Negara Bagian, sedangkan program pendidikan menengah diatur oleh Departemen Pendidikan Pusat. Seluruh sistem pendidikan di India didasarkan pada sistem nilai-nilai Hindu-Buddha, dan juga mencerminkan aspek pluralisme sosial, ekonomi, dan agama masyarakat India.

Saat ini, sistem pendidikan India mengalami banyak perubahan dan perbaikan untuk memenuhi tuntutan perkembangan era digital. Pada tahun 2018, pemerintah India mengumumkan program reformasi pendidikan pertamanya dalam 30 tahun terakhir.

1. Pendidikan Dasar di India

Pendidikan dasar di India terdiri dari tiga tingkatan: Pra-Sekolah (Umur tiga hingga enam tahun), Kelas Satu hingga Kelas V, dan Kelas VI hingga Kelas VIII. Pendidikan ini bebas biaya sehingga semua anak-anak India dapat mengaksesnya.

Siswa di pra-sekolah umumnya belajar dengan bermain, sambil belajar cara membaca dan menulis. Setelah itu, mereka akan memasuki pendidikan formal dengan mempelajari berbagai mata pelajaran seperti matematika, sains, bahasa Inggris, sosiologi, sejarah, dan keagamaan.

Selama pendidikan dasar, siswa biasanya menempuh ujian di setiap kelas untuk menentukan kemampuan mereka dalam berbagai mata pelajaran. Ujian nasional juga diadakan untuk siswa yang menyelesaikan pendidikan dasar agar dapat melanjutkan ke pendidikan menengah.

2. Pendidikan Menengah di India

Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, siswa di India dapat memasuki pendidikan menengah, yang terdiri dari kelas IX hingga XII. Pendidikan menengah di India terdiri dari dua jenis program: Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Teknik (SMT).

SMA memiliki kurikulum yang lebih luas dan cakupan yang lebih luas untuk siswa yang ingin mengikuti program pascasarjana. Sedangkan SMT berfokus pada pelatihan khusus dalam bidang teknik dan menjadi pilihan bagi siswa yang ingin langsung bekerja setelah lulus.

Program pendidikan menengah di India termasuk pelatihan vokasional dengan tujuan memberikan keterampilan praktis kepada siswa agar siap memasuki dunia kerja. Departemen Pendidikan Pusat India juga telah menetapkan tujuan pengajaran untuk melengkapi lulusan dengan keterampilan dasar yang mereka perlukan untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja.

Adopsi teknologi dalam kurikulum juga menjadi sorotan dalam reformasi pendidikan terbaru di India. Kemajuan teknologi terus mendorong perubahan dalam semua aspek kehidupan manusia, termasuk pendidikan. Oleh karena itu, pemerintah India telah mengadaptasi penggunaan teknologi modern dalam pendidikan dengan memperkenalkan program-program seperti Digital India dan Badan Pendidikan Teknologi Informasi.

3. Pendidikan Tinggi di India

Sama seperti di banyak negara lain, pendidikan tinggi di India melibatkan perguruan tinggi dan universitas yang menawarkan program sarjana, magister, dan doktoral. Program-program ini dikelola oleh Departemen Pendidikan Tinggi di bawah naungan Kementerian Pengembangan Sumber Daya Manusia India.

Saat ini, ada lebih dari 800 universitas dan lebih dari 50.000 perguruan tinggi di India dan mengalami perkembangan yang pesat dalam dua dekade terakhir. Perkembangan ini ditandai dengan peningkatan standar dan kualitas pendidikan, serta dengan melahirkan lulusan yang siap bersaing di pasar dunia.

Banyak universitas dan perguruan tinggi di India yang terkenal di dunia, termasuk Universitas Delhi, Universitas Mumbai, dan Institut Teknologi India. Selain itu, India juga menawarkan program-program pendidikan teratas dan terbaik di dunia sebagai bagian dari tujuan pengembangan sistem pendidikan tinggi di negara tersebut.

Dalam rangka merespons tuntutan global, India juga memperluas pembangunan infrastrukturnya. Ini termasuk pendirian pusat-pusat riset dan perhubungan internasional, dan meningkatkan fokus pada pelatihan yang terbalik dengan percaya diri lulusan bidang STEM (ilmu pengetahuan, teknologi, teknik, dan matematika).

Secara keseluruhan, meskipun sistem pendidikan di India hadir dengan tantangan dan kelemahan tertentu, negara tersebut terus menunjukkan bahwa kualitas siswa, kurikulum, dan kemampuan untuk bersaing di pasar global dapat berkembang dan bertumbuh.

Pendanaan Pendidikan di India

Pendidikan di India merupakan salah satu yang terbaik di dunia dengan sektor pendidikan yang secara konsisten memperoleh perhatian yang tinggi baik dari Pemerintah India maupun dunia internasional. Namun, biaya pendidikan di India sangatlah mahal dan mengarahkan banyak anak muda untuk tidak memiliki kesempatan untuk menikmati pendidikan yang layak dan berkualitas. Oleh karena itu, pendanaan pendidikan di India menjadi sangat penting agar anak-anak dapat memperoleh akses ke pendidikan yang lebih baik tanpa dibebani oleh mahalnya biaya pendidikan tersebut.

Pemerintah India memberikan prioritas yang sangat tinggi bagi pendidikan. Selama beberapa tahun terakhir, pemerintah India telah meningkatkan anggaran untuk pendidikan. Pada tahun 2014, pemerintah India meluncurkan Skema Sarva Shiksha Abhiyan (SSA) dengan tujuan menyediakan layanan pendidikan dasar yang berkualitas untuk semua anak-anak di seluruh negeri India. Anggaran besar-besaran telah diberikan untuk program ini untuk meningkatkan kualitas sekolah dan meningkatkan sarana yang tersedia di setiap sekolah.

Di samping itu, program yang dijuluki sebagai “Midday Meal Scheme” menyediakan makanan gratis bagi siswa yang menjalani pendidikan di sekolah negeri dan bagi siswa yang membutuhkan. Program ini bertujuan untuk mencegah putus sekolah dan melawan masalah malnutrisi selama masa pertumbuhan anak, mempromosikan partisipasi siswa dan meningkatkan tingkat kehadiran siswa di sekolah.

Pemerintah India juga memiliki Skema Pendidikan Rintisan Nasional (RMSA) yang dikhususkan untuk pengembangan pendidikan bagi anak-anak di daerah-daerah yang terpencil dan miskin. Tujuan utama dari skema ini adalah untuk memperbaiki dan memperluas infrastruktur pendidikan yang ada dengan memberikan dukungan keuangan bagi pembangunan sekolah, laboratorium, sarana olahraga, perpustakaan, komputer, dan literatur pendukung lainnya di beberapa wilayah.

Selain itu, pemerintah India juga meluncurkan Skema Pembayaran Elektronik (EBP) untuk membantu siswa dan orang tua untuk membayar biaya pendidikan mereka secara online dengan cara yang aman, mudah, dan nyaman. Program ini bertujuan untuk mengurangi beban biaya pendidikan yang biasanya menjadi kendala yang serius bagi orang tua atau siswa yang ingin melanjutkan pendidikan.

Tidak hanya pemerintah India, tetapi juga sektor swasta berperan penting dalam pendanaan pendidikan India. Beberapa perusahaan swasta seperti RELX Group, Cairn, Tata Steel, Tata Motors, DLL, Essar, dan beberapa lainnya mengeluarkan dana signifikan untuk mendukung program pendidikan di India. Selain itu, beberapa yayasan dan LSM yang secara reguler menyediakan beasiswa untuk siswa miskin atau yang kurang mampu untuk bersekolah.

Selain beberapa program pendanaan yang disebutkan di atas, ada juga banyak program lainnya yang tersedia bagi siswa di India untuk memperoleh akses ke pendidikan yang berkualitas. Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan teknologi untuk pendidikan juga telah meningkat secara signifikan di seluruh India. Penggunaan teknologi ini telah memungkinkan pelajar di India untuk mempelajari lebih banyak tentang orang lain dan budaya mereka, mengembangkan keterampilan baru, dan memperoleh pengalaman internasional tanpa harus meninggalkan negara mereka.

Dengan adanya program-program pendanaan ini, anak-anak di India yang berasal dari keluarga miskin atau kurang mampu dapat memperoleh kesempatan yang lebih baik untuk menikmati pendidikan yang layak dan berkualitas. Dalam jangka panjang, kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang baik dan berkualitas akan membantu anak-anak di India untuk keluar dari lingkaran kemiskinan dan berkontribusi pada pembangunan negara mereka.

Isu-isu Kontemporer dalam Pendidikan di India

Kehidupan pendidikan di India sering menghadapi banyak isu kontemporer yang sulit untuk diatasi. Beberapa isu tersebut antara lain adalah kurangnya kualitas pendidikan, kesenjangan antara kaum kaya dan miskin, serta diskriminasi terhadap kelompok minoritas.

Salah satu isu yang paling umum dalam pendidikan di India adalah kurangnya kualitas pendidikan. Meskipun India memiliki beberapa universitas terkemuka di dunia, namun masih banyak orang yang tidak akan berhasil mendapatkan akses ke pendidikan berkualitas. Hal ini terutama terjadi pada daerah-daerah yang terpencil dan di mana kondisi sosial-ekonomi masyarakat rendah. Tidak adanya orang yang kaya dan berpengaruh di lingkungan mereka, membuat infrastruktur pendidikan menjadi tidak memadai, termasuk kurangnya buku teks dan bibit pengetahuan yang baik.

Isu lain yang muncul dalam pendidikan di India adalah kesenjangan antara kaum kaya dan miskin. Terdapat perbedaan besar antara fasilitas pendidikan yang tersedia bagi mereka yang mampu dan mereka yang tidak mampu. Kebanyakan orang-orang kaya memilih untuk mengirimkan anak-anaknya ke sekolah swasta, sedangkan anak-anak dari keluarga kurang mampu tidak memiliki banyak pilihan dan terpaksa harus menghadiri sekolah negeri yang sering kali mempunyai kualitas yang buruk.

Dalam banyak kasus, kaum miskin telah ditinggalkan secara signifikan dalam hal pendidikan. Anak-anak mereka sering kali tidak menerima dukungan yang sama dari pemerintah dan organisasi swasta yang lebih kaya sehingga tidak memiliki akses yang sama terhadap pendidikan berkualitas. Hal ini sering mengakibatkan kemampuan ekonomi yang lebih rendah dalam keluarga tersebut.

Isu terakhir yang muncul dalam pendidikan di India adalah diskriminasi terhadap kelompok minoritas. Ada banyak sebab yang mendorong diskriminasi dalam pendidikan, termasuk diskriminasi, kasta, kepercayaan, dan gender. Anak-anak dari kelompok minoritas sering kali diberikan perlakuan yang tidak adil atau bahkan dihambat dari mengakses pendidikan yang sama seperti kelompok mayoritas. Hal ini dapat berdampak pada tingkat kemiskinan yang lebih tinggi dan ketidakadilan dalam hal pekerjaan.

Dalam rangka mengatasi tantangan tersebut, pemerintah India telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan pendidikan di seluruh negeri. Pemerintah telah membuka banyak sekolah negeri baru dan meningkatkan akses ke sekolah-sekolah swasta bagi kelompok miskin. Mereka juga telah mengembangkan program-program yang lebih akomodatif dan inklusif bagi kelompok minoritas serta menciptakan insentif-insetif bagi keluarga yang miskin untuk mengirimkan anak-anak mereka ke sekolah.

Memang berhasil mengatasi masalah yang terjadi di sistem pendidikan di India adalah suatu hal yang tidak mudah. Namun, dengan tindakan yang tepat dan fokus pada perbaikan kualitas, kesenjangan, dan diskriminasi, kita dapat berharap bahwa pendidikan di India akan menjadi lebih baik dan lebih inklusif bagi semua orang yang menginginkannya.

Inovasi dan Kemajuan Terkini dalam Pendidikan India

Bagi Indonesia, India banyak memberikan inspirasi dalam hal pendidikan. Di India, pendidikan tidak hanya menyasar akademik, tetapi juga berfokus pada pengembangan keterampilan dan karakter siswa. Negara itu juga memiliki berbagai inovasi dan kemajuan terkini dalam pendidikan, seperti yang akan dibahas di bawah ini.

1. Penggunaan Teknologi dalam Pembelajaran

India tidak gagal untuk mengikuti perkembangan teknologi dalam pendidikan. Mereka telah mengadopsi konsep e-learning yang memungkinkan siswa mengakses materi pelajaran melalui internet saat di rumah mereka. Banyak universitas India juga telah memperkenalkan sistem pembelajaran online.

Salah satu contoh teknologi yang digunakan adalah “Smart Class”. Teknologi ini menggunakan proyektor, layar sentuh interaktif, dan perangkat lunak pembelajaran multimedia untuk membantu para siswa mempelajari konsep dengan cara yang lebih menarik dan realistis. Sistem ‘Smart Class’ telah mendorong tingkat kehadiran siswa serta hasil belajar dan mereka menjadi salah satu inovasi pendidikan terkini di India.

2. Pendidikan Inklusif

India mengambil langkah besar dalam memastikan bahwa pendidikan tersedia bagi orang-orang dari latar belakang yang berbeda-beda, termasuk mereka yang memiliki disabilitas. Mereka berkomitmen untuk membuka kelas-kelas khusus untuk anak-anak yang menderita disabilitas, sehingga mereka juga dapat mendapatkan pendidikan tinggi yang lebih baik.

India juga telah memperluas jangkauan GoI (Government of India) Scholarships bagi anak-anak perempuan yang berada di wilayah tertinggal. India juga telah berkomitmen untuk mencapai target PBB tentang mendapat pendidikan yang universal pada tahun 2030.

3. Program Bersertifikat Keterampilan

India juga telah mengeluarkan program bersertifikat keterampilan, dimana siswa dapat memperoleh sertifikat yang diakui oleh industri pada tingkat negara dan internasional. Program ini mengarah pada membangun keterampilan yang sangat dihargai oleh pengusaha di seluruh dunia dan meningkatkan peluang pekerjaan bagi siswa. Pendekatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap lulusan India memiliki keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk menghadapi persaingan global.

4. Peningkatan Infrastruktur Sekolah

India telah meningkatkan infrastruktur sekolah mereka dengan membangun lebih banyak sekolah dan universitas. Mereka telah mengadopsi model pembelajaran yang berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) yang bertujuan untuk memperluas pengetahuan siswa dalam bidang-bidang ini.

Tidak hanya itu, India juga menghadirkan program Shala Darpan pada tahun 2017. Program ini merupakan platform online yang memungkinkan orang tua siswa untuk memantau kinerja akademik anaknya.

5. Memperluas Kurikulum

India memperluas kurikulum mereka dengan menambahkan berbagai macam mata pelajaran baru di luar kurikulum tradisional. Mereka mencakup mata pelajaran seperti seni peran, musik, dan bahasa Asing.

Penambahan materi pelajaran inovatif ini membawa keuntungan bagi siswa, di mana mereka memiliki pengetahuan dan keterampilan yang lebih luas di luar mata pelajaran akademik utama. Hal ini dapat memberikan keuntungan bagi siswa dalam mengambil keputusan karir mereka di masa depan dan membantu mereka menjadi manusia yang berbakat.

Kesimpulannya, India memiliki banyak inovasi dan kemajuan dalam pendidikan yang layak untuk ditiru oleh Indonesia. Adopsi pendekatan ini dapat membantu menjawab tantangan pendidikan lokal, seperti keterbatasan infrastruktur, pemenuhan hak pendidikan bagi anak dengan disabilitas dan penyediaan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan pengusaha lokal.